Berita konglo group bakrie 2026


 

 

Secara umum, awal tahun 2026 menjadi momentum "kebangkitan" bagi mayoritas saham Grup Bakrie, didorong oleh masuknya arus modal asing, aksi korporasi strategis, dan sentimen positif dari kinerja fundamental beberapa anak usaha utama.

1. Kinerja Pasar: Reli Awal Tahun 2026

Memasuki Januari 2026, beberapa emiten Grup Bakrie mencatatkan kenaikan harga saham yang signifikan (Year-to-Date/YTD), bahkan beberapa menyentuh rekor tertinggi baru.

 

  • BNBR (Bakrie & Brothers): Menjadi salah satu bintang utama dengan lonjakan harga lebih dari 60% sejak awal tahun 2026. Sentimen positif datang dari penyelesaian restrukturisasi utang dan ekspansi ke bisnis baru.

  • DEWA (Darma Henwa): Saham ini sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa (All Time High) di kisaran Rp760 pada awal Januari 2026. Kenaikan ini didukung oleh perolehan fasilitas kredit jumbo.

  • VKTR (VKTR Teknologi Mobilitas): Emiten kendaraan listrik ini mencatatkan kenaikan sekitar 17% di awal tahun, didorong oleh fokus pasar pada transisi energi hijau.

  • BUMI & BRMS: Kedua saham komoditas ini melanjutkan tren positif dengan adanya akumulasi beli bersih (net buy) dari investor asing yang signifikan pada minggu pertama 2026.



Aksi Korporasi & Berita Utama (2025-2026)

Berikut adalah rincian aksi korporasi dan peristiwa penting per emiten:

PT Darma Henwa Tbk (DEWA)

Fasilitas Kredit Jumbo (Akhir 2025): Pada 30 Desember 2025, DEWA menandatangani fasilitas kredit sindikasi senilai total Rp5 Triliun dari BCA dan Bank Mandiri.
Tujuan: Dana ini digunakan untuk refinancing utang dan belanja modal (pembelian alat berat), yang dinilai pasar sebagai sinyal kuat pemulihan operasional dan kepercayaan perbankan terhadap perusahaan.

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)

Kinerja Cemerlang: Melaporkan lonjakan laba bersih yang signifikan (naik 129% YoY pada laporan Q3 2025) yang didorong oleh kenaikan produksi emas dan harga jual emas dunia yang tinggi.
Prospek 2026: Analis sekuritas mempertahankan rekomendasi Buy dengan target harga yang dinaikkan, melihat potensi pendapatan dari pabrik emas baru yang beroperasi penuh.

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)

Ekspansi Data Center: Laporan keuangan Q3 2025 mengungkapkan bahwa anak usaha BNBR (PT Multi Kontrol Nusantara) telah membeli lahan seluas 1,6 hektar di Kalideres senilai Rp500 miliar untuk proyek Inner City Data Center. Ini menandai diversifikasi serius BNBR ke sektor infrastruktur digital.
Restrukturisasi: Perusahaan terus berfokus pada penyelesaian kewajiban utang jangka panjang (termasuk kuasi-reorganisasi) untuk memperbaiki neraca keuangan.

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR)

Divestasi Saham: Pada Desember 2025, pemegang saham pengendali (Bakrie Metal Industries) melepas sebagian kecil saham (1,26%) untuk pembayaran utang, namun sentimen pasar tetap positif karena pertumbuhan pendapatan perusahaan yang tumbuh 11% (data Q3 2025).

VIVA & MDIA (Sektor Media)

Fokus Pemulihan: Sepanjang akhir 2024 hingga 2025, fokus utama tertuju pada penyelesaian restrukturisasi utang (PKPU) dan upaya pemulihan pasca-suspensi perdagangan saham yang sempat terjadi.


Ada dua katalis utama yang menjaga sentimen positif terhadap Grup Bakrie di periode 2025-2026:

  1. Faktor Grup Salim: Masuknya Grup Salim ke dalam ekosistem BUMI dan BRMS sejak beberapa tahun terakhir terus memberikan "stempel kepercayaan" bagi investor institusi dan ritel, mengurangi persepsi risiko tata kelola (governance risk) yang dulu melekat.

  2. Arus Modal Asing (Foreign Flow): Pada awal Januari 2026, tercatat net buy asing yang masif khususnya pada saham BUMI, BRMS, dan DEWA, menandakan minat investor global terhadap aset komoditas dan kontraktor pertambangan Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saham perkapalan lagi naik 2026

Saham OASA (PT Protech Mitra Perkasa Tbk) berita prediksi analisa bisnis di 2026